JURNALISTIK


JURNALISTIK
TUGAS RESUME
Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Jurnalistik
Pengampu: Verdy Bagus H



Oleh:


Waskito Hari Handoyo
A.310 100 087






PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS  KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS  MUHAMMADIYAH  SURAKARTA
2013
1.      Perkembangan Pers dan Kebebasan
Pers dibedakan menjadi 2 paradikma: yang pertama para dikma lama (linier) yang kedua paradikma baru ( multi linier). Pers berasal dari bahasa latin Pressare yang berarti tekan atau cetak. Kemudian diartikan menjadi media cetak yang sering digunakan di surat kabar atau majalah.
Perubahan paradikma jurnalistik dimulai dari 1609 yang bernama Avisa Felation Oder Zaitung surat kabar yang pertama kali di dunia.
Kebebasan pers merupakan kemampuan masyrakat menggunakan ruang dalam mencari, menerbitkan, dan mengedarkan informasi.

2.      Di dalam UU No.40 Tahun 1999 di sebutkan fungsi pers yaitu:
·         Informatif       : memberikan informasi secara teratur pada khalaya umum.
·         Control            : mengawasi atau pengawasan
·         Luterpretatif dan direktif yang memberikan interprestasi bimbingan.
·         Menghibur       : memberikan hiburan kepada masyarakat.
·         Regeratif
·         Pengawalan hak-hak warga
·         Fungsi ekonomi : iklan atau pengembangan
·         Fungsi swadaya : memupuk kemampuan sendiri.

3.      Sembilan elemen jurnalistik dapat disebutkan sebagai berikut:
·         Wartawan memiliki loyalitas kepada rakyat atau publik.
·         Menyampaikan kebenaran
·         Disiplin untuk melakukan ferifikasi
·         Memiliki kemandirian apa yang diliput
·         Menjadi forum bagi kritik dan sepakatan publik.
·         Kebebasan untuk memantau kekuasaan
·         Menyampaikan sesuatu secara menarik dan relevan
·         Membuat berita secara komprehensif dan professional
·         Memberi keleluasaan kepada wartawan untuk menuruti hati nurani.
4.      Sistem Pres:
·         Sistem pres otoriter abad 17: tunduk pada aturan penguasa/pers alat penguasa John Milton.
·         Sistem Pers Liberar abad 18
·         Sistem Pers bebeas bertanggung jawab abad 20
·         Sistem Pers Komunis Uni Soviet abad 20

5.      Profesi Jurnalistik
Profesi adalah pengakuan publik atau kesaksian di depan umum. Profesi berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Profesi jurnalistik abat 20-an mualai di perhitungkan. Wartawan atau jurnalistik diakuai oleh dunia mulai 1883 melalui organisasi pertama kali pers yang namanya adalah Fondetions Of England’s.
a.       Untuk dapat disebut profesi ada beberapa hal yaitu:
·         Kebebasan dalam melaksanakan pekerjaan
·         Ada panggilan dalam melakukan pekerjaan
·         Keahlian
·         Kode etik
b.      Beberapa persyaratan untuk menjadi wartawan yang baik yaitu:
·         Pengalaman hal atau kejadian yang pernah dialamai.
·         Perasaan ingin tahu
·         Mempunyai daya khayal atau imajinasi yang bagus
·         Mempunyai pengetahuan yang banyak atau luas.
·         Spesialis
c.       Rambu-rambu dalam profesi jurnalistik
·         Kode etik jurnalistik
·         KUHP/KUHAP/UU/Pancasila
d.      Jurnalistik yang Profesional
·         Bukan amatir
·         Menuntut keahlian khusus
·         Diatur oleh norma-norma
e.       Profesionalisme dalam pemberitaan
·         Menyebut nama dan pemberitaan
·         Asas paduka tak bersalah adalah sebelum hukum yang tetap dan mengikat maka seseorang patut dinyatakan tidak salah.

6.      Di dalam mencari berita wartawan pasti mempunyai kendala-kendala yang harus dihadapi yaitu:
·         Kendala internal/ kepemilikan modal
·         Seimbang
·         Iklan
·         Menyebut merek dagang
·         Amplop
Jurnalisme uang dibagi menjadi 2, yaitu; cheh book jurnalisme dan money jurnalisme. SKW kepanjangan dari Standar Kompetensi Wartawan. Standar artinya tolak ukur untuk mengukur sesuatu atau patokan buku sebagai pegangan ukuran dan dasar. Kompetensi yaitu kemampuan tertentu yang menggambarkan tingkatan khusus yang menyangkut kesadaran, ketrampilan dan pengetahuan.
SKW merupakan rumusan kerja yang mencakup aspek pengetahuan atau ketrampilan yang relevan dengan pelaksanaan tugas kewartawanan. SKW mempunyai beberapa tujuan yaitu:
·         Menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan pers.
·         Meningkatkan kualitas dan personalitas wartawan.
·         Menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik.
·         Menjaga harkat dan martabat wartawan sebagai profesi khusus penghasil karya intelek tual.
·         Menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers.





7.      Kritik dan saran
Di dalam memberikan materi bapak sudah cukup baik, jelas dan tidak membosankan. Namun saat ketika membicarakan jam atau waktu perkuliahan bapak sering telat dan setelah jam perkuliahan habis kuliah masih dilanjutkan terus, sehingga mahasiswa sudah tidak berkosentrasi untuk mengikuti perkuliahan setelah jam perkuliahan habis dan masih diberi materi terus. Seharusnya bapak datang tepat waktu dan perkuliahan selesai juga tepat waktu. Sehingga materi yang akan di sampaikan berjalan dengan lancar.

Komentar