cerpen
Kehadiran Seorang Anak
Disuatu
desa hidup seorang keluarga yang baru menikah mereka sangat bahagia sekali dan mereka berdua sangat
mesrah sekali. Mereka hidup di suatu desa yang sangat makmur. Mereka hidup
dengan bercukupan, suaminya bekerja di suatu perusahaan mebel dan istrinya
sebagai ibu rumah tangga. Suatu ketika istrinya pengen mempunyai dua anak yaitu
anak laki-laki dan perempuan. Sang istri
tersebut bilang kepada suaminya “ yah, aku ingin mempunyai dua anak yang satu laki-laki
dan yang satu anak perempuan”. kemudian suamintanya bilang “ ia sabar ya,
sebentar lagi kita pasti juga akan mempunyai anak”. Kemudian istrinya menjawab
“ia aku akan sabar menantinya dan aku akan terus berdo’a dan meminta kepada Allah biar kita
diberi anak sesuai dengan harapan kita ”.
Suatu
ketika sang istri mempunyai keinginan untuk bekerja disebuah pabrik plastik di
solo, tapi sang suami tidak mengijinkannya. Sang istri bertanya kepada suaminya
“ seandainya aku bekerja disebuah pabrik plastik yang ada di solo, boleh gak
yah?”, kemudian suami menjawab “ ngapain kamu mau kerja disana? “ ya buat
tambah-tambah penghasilan aja yah, biar besok saat kita mempunyai anak kita
bercukupan untuk menyekolahkan anak-anak kita kelak”. Sang suami menjawab “
kita bersyukur aja, biar aku yang bekerja, kamu di rumah untuk mengurus rumah tangga”. kemudian
istrinya bertekat untuk bekerja di sebuah pabrik tersebut. Melihat sang istri
mempunyai kemauan untuk bekerja lalu suaminya bilang “ boleh tapi dengan satu
syarat, jika besok kalau sudah mempunyai anak kamu tidak boleh bekerja lagi”.
Kemudian sang istri menjawab “ ia aku janji, besok kalau kita sudah mempunyai
anak aku gak akan kerja lagi dan aku akan mengurus rumah tangga dengan baik”.
Sudah
lama mereka menjalani hubungan rumah tangga, tiba-tiba perut sang istri setiap
pagi seakan brangkat kerja perutnya mual-mual seakan mau muntah dan perutnya
terasa sakit. Kemudian sang suami menanyainya “ kenapa kamu?”. Sang istri
mennjawab “ gak tau aku yah, mungkin kecapekan aja”. Suami bilang “ yasudah
kamu istirahat dulu ja, apa kita ke dokter aja untuk periksa keadaan kamu itu
dan biar cepat sembuh kamu”. Kemudian sang istri mau ajakan sang suami pergi ke
dokter. Kemudian sesampainya di puskesmas, setelah dipriksa oleh dokter.
Kemudian kata dokter istrinya tersebuat akan mempunyai anak. Mereka berdua
sangat senang sekali, ketika mendengar perkataan dari dokter tersebut. Sampainya
di rumah mereka bersyukur kepada Allah, akhirnya mereka diberi anak juga
setelah lama menikah.
Waktu
terus berjalan dan haripun mulai bergantian. Suami istri tersebut sudah tidak
sabar menunggu bayinya keluar dan ingin menggendongnya. Sudah tiga bulan lama
kandungan istrinya mereka ingin tau perkembangan si bayi yang ada di dalam
perut istrinya tersebut. lalu mereka datang lagi kepuskesmas yang kemaren
mereka datangi. Setelah sampainya di puskesmas tersebut si dokter mengecek
keadaan kandungan istriny, setelah diperikasa si dokter bilang “diperkirakan
bayi yang ada di dalam kandungan tersebut bayi perempuan, dan sehat-sehat saja”.
Setelah mendengar perkataan dokter tersebut mereka sangat senang sekali dan dia
menjaga baik-baik anak yang ada di dalam kandungan tersebut. Dengan bahagia dan
hati yang senang mereka langsung pulang kerumah.
Sesudah
lama kemudian menginjak Sembilan bulan lebih tiga hari perut istrinya kembali
sakit lagi, dan suaminya buru-buru untuk membawanya ke puskesmas terdekat. Kemudian
sampainya di puskesmas tersebut suaminya memanggil dokter untuk memeriksa
kandungan istrinya. Setelah diperiksa ternyata bayi yang ada di dalam kandungan
istrinya akan keluar. Kemudian istrinya disuruh berbaring di kasur untuk proses
persalinan dan suaminya di suruh keluar. Setelah menunggu lama sang dokter tersebut
keluar dengan membawa kabar yang gembira bagi suaminya tersebut, bahwa anak
yang di dalam kandungan sang intri sudah keluar dengan selamat dan sehat,
dengan berat 2,5 kg dan jenis kelamin perempuan.
Sudah
tiga hari di puskesmas mereka kembali pulang dengan hati yang senang dan
gembira. Mereka hidup bahagia dengan kehadiran anak pertamanya. Setelah
sampainya di rumah suami istri tersebut dengan hati yang senang terus
menimang-nimang anak pertamanya itu. Setelah menginjak beberapa hari setelah
kelahiran anaknya, suami istri itu pengen memberi nama kepada anaknya. Kemudian
setelah menginjak tujuh hari kelahiran anak mereka, mereka memberikan nama
kepada anaknya dengan nama Ani Wulandari. Kemudian keluarga itu hidup bahagia
dengan kelahiran seorang anak pertamanya.
Karya:
Waskito Hari Handoyo
Remi,
30 Mei 2012
Komentar
Posting Komentar