Perjuangan
Seorang Anak Demi Cita-Cita
Di suatu desa hidup seorang pemuda
yang bernama Ujang. UJang hidup di sebuah rumah yang sederhana di desa Karang Rejo kabupaten Boyolali. Ujang
hidup bersama ibu dan satu orang adik perempuannya. Ayahnya sudah meninggal
sejak Ujang masih berumur 5 tahun. Sejak itulah Ujang hidup dengan seorang ibu
dan satu orang adik perempuannya. Ujang sekarang masih duduk di bangku SMA
kelas 3. Sedangkan adiknya masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 4.
Keluarga ujang hidup dengan kesederhanaan dan kebahagiaan, walaupun ayahnya
sudah tidak ada. Setelah ayanya meninggal, ibu ujang mencari nafkah dengan
sendiri, menghidupi dua orang anaknya
dengan bekerja keras. Agar kedua anaknya itu bisa sekolah sampai tuntas. Ibunya
bekerja di sebuah pabrik yang terdapat di daerah Solo.
Kadang Ujang berfikir, kasian
melihat keadaan ibunya bekerja sendirian untuk menghidupi dua orang anaknya.
Saat melihat ibunya, ketika sepulang dari kerja, dia kasian dengan keadaan
ibunya yang sangat lelah untuk membanting tulang demi menghidupi keluarganya.
Keadaan ibu yang sudah tua dan sakit-sakitan, ujang kadang kasian melihatnya.
Kemudian ujang mempunyai inisiatif untuk bekerja, membantu ibunya mencari
nafkah. Setelah itu, saat pulang sekolah ujang melamar pekerjaan di sebuah
rumah makan di daerah sekitarnya. Setelah melamar, ujang langsung diterima dan
bisa mulai bekerja saat itu juga. Ujang bekerja sebagai pelayan saat pulang
sekolah sampai jam 21.00 malam. Kadang ujang tidak bisa istirahat demi menghidupi
keluarga membantu ibunya bekerja. Saat pulang sekolah ujang bekerja di Rumah
Makan dan pada saat pulang kerja ujang melaksanakan kewajibannya yang
selanjutnya, yaitu mengerjakan PR dan belajar. Kadang ujang merasa lelah dengan
kegiatan yang dilakoninya. Tetapi ujang tidak semudah putus asa, karena ujang
mempunyai cita-cita yang sangat tinggi.
Setelah lulus SMA Ujang mempunyai
cita-cita pengen kuliah di bidang pendidikan dan pengen menjadi seorang guru.
Menurut ujang menjadi seorang guru itu pekerjaan yang paling mulia dan bisa
menyalurkan bakat yang dimilikinya. Demi meraih cita-citanya itu, ujang terus
giat belajar, walaupun dia lelah dengan kegiatan yang dilakukannya. Sekolah
sambil bekerja demi membantu orangtua menghidupi keluarga.
Sudah
lama kemudian ujian Nasionalpun sudah mendekati, ujang pun terus giat belajar
demi kelulusan sekolahnya itu. Saat melakukan ujian Nasional ujang izin libur
untuk tidak bekerja. Dia pengen fokus
untuk belajar, supaya mendapatkan nilai yang memuaskan dan bisa melanjutkan
sekolah yang lebih tinggi untuk meraih cita-cita yang didambakannya. Setelah
ujian sudah berlangsung pengumuman yang sudah dinanti-nanti ujang, akhirnya
keluar juga. Ujang mendapatkan prestasi yang luarbiasa, dia lulus dan
mendapatkan nilai terbaik di sekolahannya. Dengan prestasi yang membagakan itu,
Ujang diberi kesempatan sekolah geratis untuk meneruskan kuliah di perguruan
inggi Negeri. Ujang sangat senangg sekali bisa meneruskan sekolahnya di
perguruan tinggi dan bisa meraih cita-cita yang diinginkannya, menjadi seorang
sarjana pendidikan dan menjadi seorang guru.
Karya: Waskito
Hari Handoyo
Remi,
21 Oktober 2013
Komentar
Posting Komentar